Jangan Mati pada hari Sabtu


Salah seorang bude saya sudah menurun kesehatannya sehingga famili memperkirakan usianya sudah bisa dihitung.  Percaya tidak percaya lantaran saat koma pada hari Sabtu lantas beberapa keluarga mengusulkan agar peralatan yang menunjang nafas dan denyut jantungnya tetap dipertahankan sampai hari Sabtu berlalu.  Pasalnya orang Jawa mempunyai kepercayaan bahwa orang yang meninggal pada hari Sabtu biasanya “mengajak” temannya.

Namun suami dan anak-anaknya melihat sudah cukup derita yang dialami sang Bude sehingga tepat pada hari Sabtu bulan Januari 1991 di sebuah rumah sakit Jakarta beliau meninggalkan kami.

Menjelang jenazah akan diberangkatkan oleh  ambulan dari Jakarta ke Yogyakarta, ada usulan untuk memecahkan pamor sebuah kendi tanah.  Biasanya upacara dilakukan didepan rumah duka sambil seseorang menyapu lantai dengan sapu lidi.  Namun usulan inipun ditolak oleh para keluarga yang sedang bersedih dengan alasan semua hari baik, dan tidak masuk akal ajal manusia bisa diperdaya dengan memecahkan sebuah kendi.

Malang tak dapat ditolak, di kawasan Cirebon, rombongan pengiring jenasah mengalami kecelakaan lalu lintas sehingga beberapa rumah sakit sibuk menolong korban. Adik almarhumah, yang duduk dikursi depan bus yang malang ternyata tidak tertolong jiwanya.  Mertua saya yang duduk dibangku belakang sempat terlempar kedepan karena kerasnya guncangan.

Kita bicara bis charteran yang sama sekali tanpa sabuk pengaman saat itu.

Akhirnya dua jenazah dikuburkan di Yogyakarta. Hari Sabtu sekali lagi menampakkan keangkerannya.

Pernahkah anda mengamati betapa banyak pihak keluarga mencoba menawar dengan malaikat maut dan berusaha agar keluarga yang sakit tidak meninggal pada hari Sabtu?

Percaya atau tidak.
Artikel #1334

Advertisements

15 thoughts on “Jangan Mati pada hari Sabtu

  1. emang beneran itu pakde? ataukah hanya kebetulan aja .. atau malah ada hubungannya dengan teori ketertarikan, dimana anda memunculkan pemikiran2 dan alam akan mewujudkannya ..

    Like

  2. Terus terang saya tidak tahu. Saya cuma pemerhati. Mula-mula tidak saya ambil perhatian, namun dengan seringnya saya mendengar pembicaraan tersebut, maka saya pikir bisa diangkat dalam blog

    Like

  3. sugesti :mrgreen:

    Mimbar: Betul sekali mas Satrianto. Sampai tahun 1991 saya menganggapnya tahayul, sugesti bin gugon tuhon. Tapi lama kelamaan mengapa banyak jemaah yang mengikutinya… hehe

    Like

  4. Jadi beliau mantan presiden yg meninggal di hari minggu juga karena digeser ?

    Mimbar: Weleh yang itu saya ndak tahu, cuma pengamatan diantara keluarga dan bisik-bisik yang biasa saya dengar selama ini.

    Like

  5. Kalau keluarga panjenengan ada yang meninggal Selasa Kliwon, maka kuburnya harus ditunggu sampai 40 hari, karena ada kemungkinan akan dicuri oleh orang yang sedang mencari pesugihan atau kesaktian. Atau juga bila ada yang meninggal pada hari tertentu (Sabtu juga po ya?), jenazahnya harus dikeluarkan dari rumah melalui jendela, tidak boleh melalui pintu.
    Kalau yang berbau-bau santri, oleh pak kyai ditanyakan kepada seluruh takziah:
    “Mayit puniko naliko gesang awon punopo sae?”
    Dan dijawab ramai-ramai oleh para takziah
    “Saeeee!!!”
    Setelah tiga kali ditanyakan ke hadirin, dan dijawab sae, maka sang mayitpun khusnul khotimah ….

    Like

  6. believ it or not,
    ini kejadian juga menimpa keluarga kami.
    Ayah saya yg meninggal pada hari sabtu juga mengajak nene saya, kira² selang satu bulan nya deh.. Untung nya nenek meninggal malam jumat.
    Dan memang “kesengajaan TUHAN” atau tidak.. 07 Harian nya nene berbarengan dengan 40hariannnya ayah 😦

    Like

  7. emang Benar ne2k saya Barusan aja meninggal hari saptu.itu aja om.saya 1.e juga kenak musibah mobil.e nabrak Rumah.tros om gue 1e lg tabraan Beruntun.tros jumaat kemaren saya juga kenak musibah kecelakaan.Bakan sampai sekarang masik di RSUD BAEFAS krian katanya 2hari gue koma/tidak sadar diri 2hari.tros tadi malam kakak di tabrak orang tros kakak nabrak orang tua saya tp alhamdulilah semuanya slamat.tp tlg saya dong gimana cari jalan kluarnya ini agar terhenti dalam MUSIBAH ini

    Like

  8. makanya indo dilanda bencana,orang skarang banyak yg menghilangkan adat istiadat orang tua dlu.,.,.
    seni budaya juga sudah menganut orang barat.
    tuhan menciptakan manusia,hewan,tumbuhan,mahkluk halus,jin atau iblis dan sebagainya.
    kalo ga percaya yg bgtuan mending ga usah punya agama saja kalian smua,.,.
    dikitab suci juga dijelaskan semua,belajar lagi donk sejarahnya dri nabi adam sampai skarang,jgn ngandalin teknologi ajah

    Like

  9. itu yg membenarkan ,boleh ga mengirimkan bukti surat kematian ke forum ini,saya lagi mengumpulkan bukti bukti empiris,ga usah banyak banyak cukup dari 100 kejadian saja,baik yg membenarkan maupun yang mengatakan tidak benar

    terima kasih

    Like

  10. ya ..sepertinya begitu … ini kejadian meninggalnya keponakan saya kecelakaan saptu tgl 13 agustus 2011 disusul mertua adik saya 2 minggu kemudian setelah melayat keponakan saya kemudian disusul ayah saya tgl 23 sept 2011 pas 40 harinya meninggalnya keponakan saya …….

    Like

  11. Ituuu betul kahh ? Tae bank ku patongann ii.. di hari mana saja kita matii ituu hanya tuhan ygg tauu.. dann itu smuaa takdir.. hehe okkk ??

    Like

  12. Aku sih enggak percaya soalnya saya sudah pernah ngalamin , ibu q meninggal di hari sabtu….. Tpi toh gg ada apa2 gg ada yg meninggal di hari selanjut nx….

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s