Para Hawa dan Arus Bawah


Membeli barang keperluan arus bawah sekarang seperti menghidupkan laptop. Bedanya, kalau dulu hanya para Adam yang keluar masuk dengan alasan kesasar toko yang biasanya diberi imbuhan atau akhiran “love, pleasure, eden, adult” maka sekarang kaum hawa sudah mulai lepas landas mengejar ketinggalannya.

Coba saja “kesasar” ditoko adultshop.com misalnya. Dari etalase yang dipasang dengan latar belakang warna merah sampai merah jambu ternyata dimonopoli oleh perlengkapan wanita.

Bila kita “kesasar” lebih dalam lagi, duilee, ada barang glassware yang indah, topeng Venesia, alat kontrapsi strap on dan hermannya (saking heran), juga konsumsi para hawa.

Gejala ini diendus dengan suka cita oleh Rebecca. Apalagi dia tahu bahwa tak kurang 700 juta dollar dibelanjakan orang pertahun untuk urusan beginian. Cewek ini bahkan tanpa tedeng aling-aling membuka kedai yang (maunya) khusus wanita. Maklum banyak yang masih malu-malu bertandang kalau pegawai tokonya lelaki padahal hasrat mencari ide yang segaar (dua a), menyalakan kembali api asmara yang sudah lama mengecil, membangun kembali hubungan asmara atau coba-coba teknik baru sudah tak terbendung.

Sekarang perempuan membeli pakaian transparan yang sexy, stocking sexy, topeng Venesia (250 dollar). Bahkan seprai, bantal, selimut, pernik-pernik kamar dibuat serasi dan sensual. Bagi kaum hawa, urusan sexual tidak melulu kram perut, lalu kedutan setempat dan bubar jalan. Mereka membutuhkan suasana romantis yang dihasilkan dari kamarnya.  Bahkan ada yang berani sendiri cari vibrator sesuai dengan materil dan onderdil.

Misalnya model kupu-kupu. Menurutnya jaman sex harus penetrasi sudah memasuki era dinosaurus akibatnya Vibrator kelinci akan berubah fungsi mengecek batere soak. Pemilik toko sekarang mempekerjakan para hawa, agar pertanyaan yang selama ini dianggap “nyerempet” bisa ditanyakan secara detail. Kalau perlu di -jlentrekkan- disini sambil minum capucino. Bagi yang masih maju-maju-atret Rebecca Grech membuka situs internet sesuai dengan nama tokonya.

Di kawasan Australia Barat 40 persen pembelinya adalah hawa, 51 persen pria dan sisanya 9 persen pasangan. Kaum lelaki umumnya berkunjung untuk melihat sementara perempuan untuk belanja. Lelaki paling banter merogo-rogoh sakunya membeli DVD.

Dulu untuk menonton Deep Throat itu perempuan yang daging tumbuhnya sempat “lukir” dengan amandel orang harus pergi ke bioskop. Sekarang bisa dinikmati dirumah. Bahkan ditonton melalui TV berlangganan. Apalagi sekarang model pula ponografi kantung yaitu pornografi di ambil dari pesawat macam PDA atau BlackBerry.

Lalu bagaimana dengan pengaruhnya terhadap anak dibawah umur.

Para penikmat sudah punya jawaban. Daripada ngalor ngidul mereka menulis pornografi dijual dan diawasi ketat ditoko-toko resmi sulit dibeli oleh anak-anak . Sebaliknya DVD bajakan yang bakalan bikin kisruh.

Jadi berantas pembajakan demi menekan pornograpi. Itu kata Rebecca.

http://www.mimbarsaputro.wordpress.com
Artikel #1268

Advertisements

One thought on “Para Hawa dan Arus Bawah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s