Mendadak digempur Martware


Bermula dari kebiasaan para tetangga menitipkan tabung elpiji kosong kepada kami untuk diisikan saat mobil gas milik Jaya Gas datang lalu timbul niatan para pimpinan kabinet KTKW (Kanca Tidur Kanca Wingking) untuk menjadi penyalur gas.

Ini peluang, seperti halnya Aqua, yang dulu minum air mentah dianggap kampungan sekarang gedongan dan seminaran, maka memasak dengan gas adalah era wolak waliking jaman, siapa cepat menangkap peluang itu yang berhasil. Jangan jadi pak-turut tetapi menjadi trend setter- yang diikuti orang lain,” katanya meyakinkanku dipaksa sebagai pemilik modal.

Waktu itu hanya satu perusahaan penyalur gas masih terbilang separuh tangan. Yang bonafid yaitu Jaya Gas milik group Ciputra sang pengembang property. Jaya Gas dipilih karena saat itu dia tidak pernah berselingkuh dalam soal isi tabung. Sementara yang lain ada yang tega mengisi dengan air, mirip dengan kasus AVTUR campur air penerbangan Batavia Air di Kalimantan.

Persoalannya untuk menjadi penyalur Gas di Grogol membutuhkan ketekunan, diplomasi. Kadang bertemu staf bertingkah sok preman. Yang harusnya menerapkan falsafah “what can I do for you” sudah tergelincir menjadi “what you can do for me.”  Seharusnya kata sambutan adalah “ada yang bisa saya bantu,” menjadi “anda ada bisa menjadi pembantu saya.”

Orang-orang itu seperti mendapatkan “powergasme” – manakala  melihat orang lain membutuhkan bantuan sampai rela bersimpuh dihadapannnya.

Singkat cerita kami berhasil menjadi agen gas . Minggu pertama laku 10 tabung elpiji itupun dengan bonus mulut sampai kebas (baal) bin meniran lantaran promosi ke mana-mana. Lama-kelamaan 50 tabung bisa laku dalam sehari, belum lagi usaha sampingan menservis kecil-kecilan kompor gas rusak yang sebetulnya cuma selang gas mampat oleh kotoran.

JADI PENYALUR AQUA
Eh kok kebetulan para snobis Grogol mulai “titip” lagi tabung AQUA untuk diisikan manakala mobil AQUA lewat. Kesempatan inipun kami genjot menjadi penyalur AQUA, sampai-sampai saya dipiknikin ke Gunung Salak dan fasilitas penyimpanan AQUA.

Maaf, tolong ya, bayangkan beberapa tahun ke belakang saat cara para bala-Indonesia umumnya berpikir “cuma air mentah saja kok mahal” – ke menjadi ketergantungan ARRRQUA (ini kata orang Madura), memerlukan usaha lama lho. Hebatnya para tukang batu pun hanya bisa minum “Arqua” lantaran kalau isi ulang sering berulang-ulang ke kakus alias kacepirit.

Dulu ada pemeo “cuma orang kurang satu strip yang mau minum air bening, tidak direbus, mahal pula” . Belakangan orang kelebihan strip justru harus ber Arqua baru merasa naik gengsinya.

Belakangan para salesman yang memang tajam pengendusan bisnisnya, dari satu orang akhirnya sampai berjamaah menawarkan jasa seperti Kacang 2K (ini bukan versi window), kwaci, es krim, anggur cap orang tua, sampai akhirnya toko berubah menjadi mini market.

Sejak itu kaos saya selalu “BERMEREK”, maksudnya merek Kacang Garing, Kacang Pilus, kacang kutub, Es Krim. Sekali cuci langsung tumbuh bulu pada kaos murahan tersebut.

Lalu perusahaan besar semacam susu, mi instan, coklan, kacang ikut masuk memasok dagangan dengan harga “konsinyasi” – alias kalau laku dibayar, kalau rusak akibat ngengat atau tikus langsung diganti, kalau barang kadaluarsa bisa ditukar. Semua datang mengetuk di depan pintu. Apa tidak hidup serasa di Surga.

SANG PENYELIA CANCUT TALIWANDA
Lalu para supervisor turun tangan membantu kami, mengasuh pengusaha kecil agar bisa bertahan maju diderasnya persaingan. Betah “sejem dua jem” ikut menyusun display barang dagangan kami masih diiming-imingi penampilan terbaik mendapat hadiah menarik (kalau masih ada stok).

Belakangan, sang supervisor yang mukanya mirip pelatih nasional kita “bola tepok” dengan mobil Katana Putih (ini tahun 1985-1990-an bung), sudah tak nampak lagi, padahal biasanya dua hari sekali usai pulang kantor ia rajin menyambangi kami.

Ternyata sebagai gantinya, ia sudah memarkirkan Katananya di lokasi lain, bukan sebagai Supervisor melainkan “owner”. Mereka mendirikan IndoMart, CeriaMart, hantublauMart yang kemudian diikuti oleh para clowner lainnya.

Jelas kami usus-buntu ditandingkan dengan predator model Indomart lengkap dengan ruang berpendingin udara, dan ajaib harga dipatok lebih miring dari sekedar “jigo, gocap,cepek” – tak ayal pelanggan berpaling.

Apalagi kompetor lain Grogol juga “berselancar” buka agen gas, agen Aqua, bahkan sekarang air isi ulang. Akibatnya usaha dipangkas tinggal Elpiji dan Aqua, mengingat pelanggan memang masih belum berpaling. Percaya tidak percaya, kalau ada yang pesan gas melalui tilpun. Tidak berapa lama pesan tadi sudah sampai ke “toko gas” yang lain.  Ketahuannya saat ada komplin, kami datangi ternyata mereka tidak bisa menunjukkan kwitansi pembelian dari kami, bahwa cuma secarik kertas dari toko lain.  Rupanya ada spy bermuka dua diperusahaan kami.

Apa nggak boleh dibilang  Skandal Watergate ternyata kalah seru dengan LPG-gate.

Kalau di dunia mayapada kita kenal Spyware, AdWare. Praktek di marcapada mengenal MartWare, yaitu orang yang “baik, ramah, sempurna, tanpa pamrih” datang membantu kita padahal sejatinya adalah “spy” para Mart atau SuperMart yang mengawasi gerak-laku, taktik-bisnis pesaing, untuk dilaporkan ke perusahaan induknya.

Persaingan dagang biasanya berakhir dengan bertekuk lututnya sang pemilik modal pas-pasan akibat bujuk rayu ala “anak asuh “Threre is no free lunch in the real world.

Yang saru dibicarakan -saru bhs jawa Kasar dan Keliru alias tidak baik diketahui umum adalah “lipatan dan kuncian dari pihak keluarga” – semula hanya membantu menerima tilpun, membantu keperluan kecil lainnya, lama kelamaan dengan didukung keluarga lain, bisnis kami mulai diaquisisi tanpa ganti rugi sama sekali. Dan jeleknya orang Jawa macam kami, kalau ada pihak keluarga yang lebih garang, lebih bernafsu terhadap harta kami, perlahan kami berikan. Rejeki tidak kemana.

Jadi mengkeret hendak berbisnis ? sudah siap diakali teman atau bahkan keluarga ?  Jangan kuatir, besok anda bangun pagi, semua sudah lupa kok.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s