864 – Christina nama supir Taxi itu


Jam 03:00 pagi pesawat saya baru mendarat di Bandara Perth, Australia. Lalu saya antri ambil taxi Swan menuju hotel, ternyata kebagian mobil Van dikendarai seorang cewek berambut pirang sebahu dengan body mirip ibunya Schapelle. Maksud saya lebih “impluk” dari Corby Schapelle. Usia saya taksir sekitar 50-an. Tapi rata-rata cewek Australia boros muka jadi penampilan tidak bisa dijadikan pegangan. Saat membukakan pintu bagasi dia langsung menyapa “I am Christina” sementara saya hanya berhai-hai, toh disebutkan namaku pulang-pulang dia cari ahli urut lantaran lidahnya keseleo.

Dalam perjalanan saya curiga sebab ia buka kaca mobil, tanpa minta ijin dari saya. Rupanya ia mengambil sesuatu dari dashboard lalu “jress” menyalakan rokoknya. Sejatinya saya bisa protes sebab dia merokok dalam kendaraan umum. Tetapi, sebelum-sebelumnya dia bilang pernah ke Bali. Jadi soal isu ngelepus merokok, saya sudah kena skak-mat. Tidak bisa berkutik.

Sambil kelepas kelepus Christina menganjurkan saya lain kali pakai angkutan yang disediakan Hotel. Gratis lagi, katanya. Apalagi dia mahfum penjelasan saya baru pertama menyoba hotel yang saya tuju.

Tinggal call dari Airport, mereka akan datang menjemput” – katanya sambil menopangkan sikunya di jendela mobil maksudnya agar asap rokok cepat terbawa keluar kendaraan.

Ya olo .. saya pikir jam 03:00 dinihari kelayapan cari bis gratis sementara badan perlu mengaso. Apalagi lokasi hot el belum familiar.

Sampai di hotel saya sodorkan 30 dollar untuk taxi dan 2 dollar untuk Surcharge.

Lalu kami berpisah setelah ia mengucapkan Selamat Malam dalam bahasa Ibuku.

Kalau anjurannya saya ikuti, Christina akan kehilangan sekitar 30 dollar ( atau 210000 uk -uang kita). Boro-boro kepingin mengajak penumpangnya mutar-mutar agar argo naik. Dapat penumpang saja malahan diberitahu rahasia gratisan.

Mimbar Bambang Saputro

Advertisements

Misteri dalam sebotol Coca Cola


Jargon minuman yang sudah lama tak terdengar Dimana Saja, Kapan Saja, Coca Cola bahkan dalam ceria maupun duka, ada benarnya.

Suatu pagi ceria di tahun 2002, ketika seorang nelayan asal St Katarina, Kroasia melihat sebuah botol timbul tenggelam terbawa pasang semalam diperkampungan nelayannya. Ketika diraih, didalamnya berisikan buntalan semacam surat. Namun ketika akan untalan ditarik keluar, botolnya malahan pecah. Peristiwa tersebut ia rahasiakan bertahun-tahun. Bahkan botol yang pecahpun ia lem dengan hati-hati.

Namun Emir, sang nelayan akhirnya tidak tahan juga. Empat tahun kemudian (2006) ia menceritakan penemuan harta terapung kepada temannya yang seorang wartawan yang wartawan Kroasia.

Dengan bantuan wartawan terkuak kisah, seorang pelaut sendirian pada yang empat puluh tahun berani berlayar dari Australia ke Pelabuhan Elath di Israel. Sayang ia mengalami gangguan saat peralatan komuniksinya rusak berat akibat badai di lautan Hindia. Sekalipun demikian berhasil melaju sampai diterusan Bab El Mandeb pas di mulut laut Merah.

Tiga hari dalam pelayaran di selat tersebut, ia disatroni perompak yang mendekatinya pada jarak 90m dan mengumbar peluru ketubuh dari ZamiKay, yang terakhir ini nama perahu buatannya sampai rusak berat. Disini ia merasa nyawanya terancam ia menulis pesan SOS pada robekan layar. Surat dibungkus dalam plastik warna merah lalu diikat benang . Paket laut dilemparkan setelah menutup mulut botol dengan sumbat gabus.

Penulisnya bernama John Pash Drew meninggalkan perairan Australia dimusim dingin pada 12 Februari 1968 disebuah desa kecil (dulu) yang bernama Dampier. Di alamat yang ditulis ia tinggal di EPT617 Karratha. Nampak ia sendirian mengawaki Yacht buatannya yang bernama ZamiKays.

Tidak dijelaskan apa maunya ia Israel sebab, saat itu jarang orang berani berlayar di kawasan Eritrea mengingat berkecamuknya perang gerilya antara pasukan Ethiopia mulai 1960 sampai 1970.

Yang jelas nama Pash cukup kondang dikawasan Pilbara sebagai famili yang berani mendatangi daerah-daerah baru. Repotnya kota yang sekarang terkenal dengan nama Karratha (bahasa Aborijin kereta lembu), belum ada di Australia. Kota ini baru didirikan pada 1970 dengan kode pos 6713 setelah industri pasir besi oleh Hamersley Iron (nanti berubah menjadi Rio Tinto) mulai berproduksi dan sekarang Industri Perminyakan.

Manusia sendiri baru mulai menetap di Karratha sekitar tahun 1971-an. Di luar Aborijin tentunya. Tulisan EPT 6713 sendiri menimbulkan kerut pada kening, sebab lazimnya orang menulis PO BOX atau Kotak Pos atau Kode Pos, sementara EPT kemungkinan singkatan dari Electric Power Transmission yang kala itu memang sedang membangun jaringan sutet disana.

Sampai sekarang keberadaan John Drew masih misteri .

Sekalipun paketnya terlambat 40tahun, namun tersimpan rapi berkat botol Coca Cola. Sayang SOS melalui paket laut terbukti amat lelet, karena kebanyakan kesasar.

Nama tokoh dalam mithos Yunani


ACHAEANS (Greeks)

Achilles son of Peleus and the goddess Thetis, most ferocious of the Achaean heroes, fated at birth to die young by Hectors’s hand at Troy and receive glory forever, or to live a long life time in obscurity.

Odysseus son of Laertes, lord of Ithaca, husband of Penelope, crafity strategist, a favorite of goddess Athena

Agamemnon son of Atreus, supreme commander of the Achaeans, husband of Clytaemnestra. It is Agamemnon’s insistence on seizing Achilles’s slave girl, Briseis, that precipitates the central crisis of the Lliad.

Menelaus younger son of Atreus, brother of Agamemnon, husband to Helen

Diomedes son of Tydeus, captain of the Achaeans, and such a ferocious warrior that receives aristeia (a tale within the tale showing individual valor in battle) in the Lliad, a second only to Achilles’s final wrath.

Patroclus son of Menoetus, best friend of Achilles, destined to die by Hector’s hand in the Iliad

Nestor son of Neleus and the oldest of the Achaean captains, the clear speaker of Pylos given to long winded rants in council

Phoenix son of Amyntor, older tutor and longtime comrade of Achilles, who inexplicably has central role in the important “embassy to Achilles”

TROJANS (defender of Ilium)

Hector son of Priam, leader and greatesthero of Trojans, husband to Andromache and father to toddler Astyanax (the child also known as “Scamandrius” and “Lord of the City” to the citizens of Illium)

Andromache wife of Hector, mother of Astyanax; Andromache’s royal father and brother were slain by Achilles.

Priam son of Laomedon, elder king of Ilium (Troy), father of Hecor and Paris and many other sons

Paris son of Priam, brother of Hector, gifted and both fighter and lover; it is Paris who brought about Trojan War by abducting Helen. Menelaus’s wife, from SParta and bringeng her to Illium

Helen, wife of Menelaus, daughter of Zeus, victim of multiple abductions because her fables beauty.
Hecuba Priam’s s wife, queen of Troy

Aeneas son of Anchises and Aphrodite, leader of the Dardanians, destined in the Iliad to be the fiture king of the scattered Trojans

Casandra daughter of Priam, rape victim, tortured clairvoyant.

GOD ON OLYMPOS

Zeus king of the gods, husband and brother to Hera, father to countless Olympians and mortals, son of Kronos and Rhea – the Titans whom he overthrew and cast down into Tartarus, the lowest circles of the world of dead
Hera wife and sister of Zeus, champion of Achaeans
Athena daughter of Zeus, strong defender of Achaeans
Ares god of war, a hothead, ally Trojans
Apollo god of the arts, healing and disease “lord of the silver bow” and prime ally of the Trojans
Aphrodite goddess of love, ally of Trojans a schemer
Hephaestus god of fire, artificer and engineer to the god, son of Hera; lust after Athena.

OLD STYLE HUMANS

Ada a few years past her First Twenty, mistress of Ardis Hall
Harman ninety-nine yeras old and thus one year away from fis Final Twenty, the only human who know how to read
Daeman approaching his second Twenty, apudgery seducer of woman and collector butterflies
Savi the Wandering Jew, the only old style human not gathered up in the final fax 1400 years earlier.

Mimbar Bambang Saputro

Karl May Dengan Rasa Sambal Tomat Belacan


Karl May Dengan Rasa Sambal Tomat Belacan
Selasa, 23-01-2007 08:08:51 oleh: Mimbar Bambang Saputro
Kanal: Gaya Hidup

Pengetahuan kita akan tentara Belanda atau Kumpeni biasanya terbatas bahwa orang Belanda harus serba wah. Makan harus pakai sendok garpu dan serbet. Maka ketika sebuah novel mampu bercerita tentara Eropa Benteng mampu melahap nasi tanak liwet dengan oseng-oseng dan sambal tomat belacan. Sampai sampai mereka berdecap “Kamu itu Lucullus,” katanya memuji juru masak. Saya tidak terbendung ingin menghabiskan buku yang ditulis 285 halaman tersebut. Lucullus adalah jago masak dalam cerita Romawi.
Buku ini seperti hendak bercerita namanya tentara dimana-mana sama. Kalau bertemu kerusuhan harus maju terlebih dahulu, tetapi soal kesejahteraan berada diurutan paling bontot.
Empat serdadu VOC, dua berkebangsaan Swiss, satu Belgia dan satu anak Nias merasa mentok jadi prajurit, janji mendapatkan ribuan gulden ternyata cuma angin surga. Mereka lalu menyelinap keluar dari benteng Kuala Kapuas dan resmilah menjadi desersi yang selain diburu oleh bala tentara Belanda pimpinan Kolonel yang mengajak anak buah terdiri suku dayak yang kampiun dalam melacak jejak. Belum lagi bertemu dengan buaya, ular dan para pengayau kepala manusia di pedalaman Kalimantan. Dalam jerita yang ditulis 1870-an memang kental dengan adat istiadat dayak. Mulai dari bagaimana sumpit dirancang, ramuan yang terbaik untuk membuat bisa, memilih jenis mandau sehingga ketika memenggal kepala musuh, terkadang sang korban masih berjalan tanpa kepala, dan berusaha mengayunkan parangnya karena masih mengira berduel senjata. Bahkan kebiasaan kanibal menyeruput otak musuhnya, gamblang ditulis disini. Hal yang sudah lama disembunyikan dalam khasanah etnik kita.
Ada protes-protes terhadap tekanan kebijakan Belanda seperti ketika mereka menyelamatkan nyawa Harimau Bukit seorang kepala suku dayak, maka sebagai ganti pertukaran energi. Ditumbalkan seorang perempuan suku mereka sendiri. Sebagai orang Eropa, jelas cara ini tidak bisa dimengerti dan coba dicegah. Lalu Harimau Bukit menjadi berang “anda muka pucat bicara kemanusiaan di negeri ini atas seorang nyawa perempuan yang akan kami korbankan. Tapi anda lupa ribuan nyawa dikorbankan ketika pundi orang Belanda diutik-utik…” – Kepala dari desersi adalah Yohanes, pemuda Nias yang ahli strategi perang, jagoan berkelahi satu lawan satu, bahkan begitu liat badannya sampai tidak ragu terjun ke dalam air melawan buaya.
Penulisnya MTH Perelaer, dijuluki Snouk Hugronye spesialis Dayak, kelahiran Belanda yang semula bercita-cita hidup selibat menjadi pastur tetapi drop out dan nasib membawanya menjadi opsir Belanda. Pada 1855 ia sudah mengecap nyamuk dan lintah Kalimantan, dan terlibat dalam perang Banjarmasin 1859. Berpengalaman dalam memadamkan pemberontakan Aceh yang nggegirisi. Lalu pensiun dari Tentara Kerajaan pada 1879 dengan pangkat Mayor.

Membaca alur cerita dengan indah seperti Petualangan Karl May, tetapi rasa sambal belacan (terasi).

Desersi, Menembus Rimba Raya KalimantanKPG, 285 halaman.
Mimbar Bambang Saputro

Jual Beli Senjata Api


Pemuda berkulit agak kecoklatan ini memasukkan tangannya ke balik celana blujinnya. Ia mengeluarkan sepucuk Revolver berisikan 17 peluru dan meletakkan di atas meja. Tangan kirinya meraih dompet kumal di saku belakang, lalu ia menghitung uang sejumlah A$5000 (35 juta). “Saya bisa carikan pistol buat anda dalam lima hari, tetapi kalau tertarik senapan serbu seperti AK47, butuh waktu lebih lama dan biayanya dobel. Jadi anda perlu yang mana dan berapa banyak…

Dialog ini bukan di filem. Tetapi dibintangi oleh sebut saja Faizal seorang preman Sydney Australia yang disegani.

Herkules”  versi Sydney ini dalam catatan polisi kerap tarung peluru sesama anggota gang lainnya, dengan meninggalkan 4 tewas dan beberapa luka tembak pada bagian dengkul, satu sasaran favorit dari dunia bawah tanah “kneecaping“, sekaligus sandi peringatan agar tidak main-main dengan kelompoknya.

Gang ini pula yang dicurigai mencuri tujuh pelontar roket dan menjualnya kepada kelompok Mohammad Elomar, seperti biasa dengan predikat “jejaring Alqaida“. Pelontar roket memiliki kemampuan menjebol beton dan merusak kendaraan.

Kepada wartawan, soal jual beli senjata Faizal enteng berucap “tinggal order, dan kesediaan menunggu pesanan datang..” – persis anda pesan motor.

Kepolisian negara bagian South Wales Australia menahan paling tidak 3500 pucuk senjata. Dengan senjata paling favorit adalah Glocks yang berisikan 17 peluru, senapan mesin ringan Uzi sampai Granat tangan. Sementara roket anti tank yang dicuri dari ksatrian Australia dihargai $15 ribu per pucuk. Belum lagi panah ala Rambo yang dilengkapi oleh sinar laser untuk membidik sasaran. Padahal peraturan soal senjata tajam maupun api ini tak kurang kerasnya. Denda sebesar 8 ribu dollar bagi yang kedapatan tanpa ijin atau dua tahun penjara. Rupa-rupanya, soal kepemilikan senjata, Australia enggan mengekor Amerika negara panutannya. Amerika terkenal memberlakukan kebebasan kepada warganya untuk memiliki senjata sebagai pelindungan.

Dulu para pengemudi mobil paling membawa tongkat pemukul baseball sebagai senjata yang diselundupkan dalam kendaraan mereka. Namun kecenderungan meningkatkan ke alat pembunuh yang lebih modern, sudah mulai menghawatirkan beberapa pihak terkait.

Kalau sudah begini, “kelihatannya, masalah teror Bom Bali di Australia, hanya menghitung hari.” ucap seorang senator. Lagi-lagi Indonesia dikait-kaitkan.

Begitu mudahnya membeli senjata mungkin bisa disaksikan saat pembuatan filem Lord of War yang dimainkan oleh Nicolas Cage. Salah satu adegannya, Nicolas Cage sebagai Yuri Olov, seorang Yahudi bohongan sebab menjadi Yahudi itulah caranya mereka bisa hidup di Ukraina.

Sebagai penjual senjata berbicara dengan pamannya Jendral Dmitri. Dalam adegan ini ternyata 3000 pucuk AK4 ini adalah asli sebab mereka lebih mudah membeli senjata di Ukraina, daripada membuat tiruannya. Usai pembuatan filem, senjata ini dijual kembali dengan harga discount.

Bagaimana di Indonesia. Seorang teman mengaku bahwa sekitar 1990an ia pernah harus ke kantor di pagi “Minggu” buta. Dilihatnya setumpuk panjang kertas fax datang dari negara semacam Denmark menawarkan Meriam untuk Tank, senjata serbu dan masker melihat di malam hari. Bisa jadi tawaran senjata salah alamat, maklum email belum dikenal. Tetapi tidak menutup kemungkinan ada oknum dikantor sipil swasta merangkap jual beli senjata.

Sedikit mengenai PistolGlock
Awal 1980-an departemen pertahanan Australia mengundang para pembuat senjata api untuk mendesign senjata genggam khusus. Gaston Glock sebetulnya perajin barang plastik dan besi tetapi reputasi kerapihan pabriknya membuat ia dipercaya menangani pekerjaan pertama kali, yaitu membuat senjata. Gagangnya terbuat dari polimer sehingga lebih ringan. sekalipun tidak mengurangi kemampuannya sebagai sebuah revolver.

Mimbar Bambang Saputro

Kutu Musim Panas


Saya lihat para pesawat Garuda agak sepi terbukti didepan saya satu deretan kosong, padahal Garuda sudah mulai mengubah citra, ramah, dan menempa diri di teknologi informasi seperti bermain di Website, maksudnya anda bisa mengetahui status booking anda di website asal tahu Kode Booking anda.

Lalu ingat beberapa tahun lalu di Pekanbaru saya pernah menanyakan soal tiket murah plus adegan dan pengalaman horror yang disuguhkan penerbangan lain. Pihak Garuda hanya menjawab “kita tidak bermain di keselamatan pak!” – waktu cepat sekali melintas. Sepertinya pihak Garuda baru bicara sepuluh hari lalu.

Beberapa saat menjelang mendarat ke Perth, Australia Barat. Pramugari Garuda yang bertugas sejak dari Jakarta, menerangkan melalui pengeras suara bahwa jam sekarang menunjukkan pukul kosong satu dinihari waktu Indonesia Barat, atau pukul kosong dua pagi waktu Perth. Baru saja melahap roti Srikaya, yang dihidangkan dengan senyuman manis pramugari disertai kata-kata “komplimen dari Garuda” saya dengar pengumuman yang sama kali ini disampaikan Pilot Garuda.

Penumpang Garuda yang sebagian bule Australia tidak protes padahal mereka mahfum tidak selamanya perbedaan waktu Australia Barat dengan Indonesia Barat selalu 1 jam. Pada saat tertentu seperti musim Panas perbedaan waktu molor dari satu jam menjadi dua jam terhadap Indonesia Barat sehingga seharusnya mereka mengatakan pukul kosong tiga dinihari di Perth.

Sejak 2 Desember 2006 sampai Awal Maret 2007, Australia mengenakan sistem DST dimana jarum jam dimajukan 60menit lebih awal. Kalau semula jam 6 pagi, diganti menjadi jam 7 pagi.

Tapi mau bagaimana lagi. Memang di Indonesia kita tidak mengenal istilah DST (Day Light Saving), kecuali menggerutu, sudah “azan me(pakai e) grib udah nyampe, matahari masih moncer, napa yah.”

Lagian mengapa direpotkan urusan lansiran waktu, negara kita bukan, sistem kita juga jauh….

Saya sempat digigit kutu DST ini. Perjanjiannya jam 02 dinihari pada 2 Desember 2006, semua jam di Perth dan sekitarnya akan dimajukan. Tetapi yang terjadi baru jam 20.00 mereka sudah tidak sabaran memutar jarum jam ke jam 21:00, tidak sampai 5 detik, jam sudah ganti rupa.

Yang tidak dipikirkan adalah ketika saya bangun “normal” jam 11 malam untuk ikut rapat tengah malam (kurang sedikit) yaitu mulai pukul 11:30 malam thenk!, saat saya datang suasana ruang masih sepi-sepi. Celingukan sana sini seperti “kethek ketulup” – kera kena sumpit beracun ipoh orang Dayak Punan, lalu melihat jam dinding (yang tertawa) ternyata saya ketinggalan. Bahkan kantinpun sudah mulai kukut-kukut – tutup. Akhirnya malam menjelang pagi terpaksa puasa. Sial bener.

Itu baru soal rapat yang terlambat. Lalu bagaimana jam pada komputer kami yang sedang asyiknya melakukan tugasnya terus menerus membaca dan merekam data pengeboran lepas pantai secara realtime. Niat hati sih, mencari waktu yang pas untuk mengubah jam yang teronggok di sudut kanan bawah layar monitor. Tapi celakanya, data realtime yang kami kirim dari rig menuju Perth dan Sydney harus berselisihan dengan komputer di Perth yang sudah menggunakan jam yang baru. Sampai disini, kutu komputer mulai menunjukkan tanda keganasannya. Beberapa aliran data mulai stop, bahkan rekaman menunjukkan ada data hilang selama 1 jam. Celaka dua belas.

Terpaksa kami harus lembur semalaman menyoba mendapatkan kembali data yang sempat tidak terekam. Untung saja rekaman “backup” ada karena dibuat secara otomatis.

Bulan Maret 2007 mendatang, DST akan melakukan peyesuaian balik, yaitu waktu diundurkan satu jam lagi. Terus terang saya masih trauma dengan kutu DST. Paling cara mematahkan serangannya dengan membackup semua data menjelang pergantian waktu tersebut.

Kembali ke Laptop.

Saya pikir Pramugari dan Pilot Garuda yang menerbangkan saya dari Jakarta ke Perth pada 17 Januari 2007, belum pernah ketanggor-ketemu kutu DST (Day Light Saving Time), atau kejadian ini hanya rekaan saya saja yang terpengaruh dongeng kutu2000, lalu mengembangkan fantasi ke kutu DST. Tapi kalau anda hendak terbang di Perth, lalu menggunakan info yang diberikan mbak Pramugari GA730 tadi, bisa-bisa pesawat sudah lepas landas sejam lalu, kita baru bayar taxi di Airport Perth.

Mimbar Bambang Saputro

Renungan Mopie


Ketika kita diajak keluar dari perspektif sebagai manusia, maka kita kadang terperangah bahwa yang kita katakan normal, terkadang malahan tidak normal bagi mahluk lain.

Ngandai-berandai, Mopie gug.guk.guk bisa merenung dan berbicara dan menulis. Apalagi kalau sudah menyangkut kehidupan sexual manusia. Bisa-bisa dia akan menulis begini…

“Manusia memang keterlaluan, mereka doyan betul esek-esek tanpa pandang bulan. Majikan saya Nyonya Barbara selalu saja tebar gairah kepada pasangannya padahal ia tahu sedang masa nir subur, bahkan baru sehari usai “M” dia sudah mengulangi perbuatannya. Herannya sang suami Johan, selalu melayaninya dengan suka cita tanpa pandang perduli apakah usahanya akan menghasilkan keturunan atau tidak. Tahu nggak sih, Barbara dan Johan malahan berhubungan saat Barbara hamil muda. Pekerjaan yang sia-sia untuk mendapatkan keturunan.

Lebih konyol lagi saat orang tua Johan berkunjung ke rumah anaknya, karena suatu malam saya dengar mereka berhubungan, padahal si Nenek sudah menopause. Jelas-jelas pekerjaan tak bermanfaat. Herannya mengapa sang kakek mau-maunya melayani permintaan yang tidak masuk akal ini. Sudah begitu pakai gaya malu-malu. Pasalnya mereka mengunci pintu, kadang memadamkan lampu sehingga hanya mereka berdua yang tahu apa yang diperbuatnya. Padahal kita para anjing terhormat melakukannya didepan teman-teman kita.

****

Di halaman lain terpampang kalender yang dipenuhi coretan, lalu kamar dengan lampu remang-remang nampak seorang lelaki terbaring, sementara diujung sana seorang wanita bergaun tipis, dengan cincin kawin ditangannya mendekati pasangannya sambil berbisik mesra “Honey, aku sedang Subur..Nih

Kalau saja pasangan Baboon Afrika mengerti percakapan manusia, yakin saja mereka akan tergelak. mengapa begitu susahnya menentukan masa subur masa subur atau tidak, sampai perlu bantuan kalender, penggunaan hormon, menyiapkan test kit dalam kamar segala. Sementara bagi kera baboon betina asal sudah membengkak, hangat dan sensasi gatal sampai-sampai mereka mengeluarkan suara bising. Maka akan keluar aroma khusus untuk merangsang sang jantan melakukan ovulasi. Sapi jantan pemacek barangkali tertawa melihat para manusia rogah sana sini melakukan inseminasi, padahal baginya, cukup dengan penciuman mereka hampir 100% tahu betina mana yang kelihatan moncer, pasti sedang masa subur.

Penulis berpendapat saat manusia purba tinggal didalam gua, para pasangannya selalu menyediakan diri untuk digauli berhubung mereka amat bergantung pria yang mencarikan makan baginya. Nampaknya gagasan bahwa seorang tugas pasangan adalah “mamah” dan “mlumah” – sudah menjadi instink manusia purba sejak dahulu. Lalu pendapatnya diperkuat saat ia di Papua Niugini, ia (penulis) amat berang melihat seorang ibu menggendong anak, sambil menenteng barang berat sementara sang suami melenggang dengan panah dan busurnya. Kemungkinan besar, kebiasaan ini berasal dari tugas suami melindungi keluarga saat terjadi serangan dari kelompok lain. Cuma yang tidak habis pikir, bagaimana bisa sang suami yang melindunginya, kapan tempo tega menjual istrinya kepada pihak lain.
Dan ini juga yang membuat Mopie merenung tiada habis…..

Buku : Why is Sex Fun? – The Evolution of Human Sexuality
Pengarang: Jared Diamond
Penerbit: Weidenfeld & Nicolson. London 168 halaman.

mamah=memamah, makan
mlumah=tertelentang