Makan Kue Chang


Setelah kue keranjang dengan segudang mithos, maka saya dibuat kaget terkaget bahwa Orang Tionghwa pada hari ini 4 Juni, melakukan upacara makan Kue Chang.

Sementara ini pengertian orang kalau kue chang adalah penganan dari ketan yang dibungkus dengan daun bambu. Eh ternyata sejarahnya ada juga.

Tradisi makan Chang ini sudah beredar sejak 5000 tahun. Sebagian masih mempertahankan tradisi nenek moyang. Sebagian lagi – sudah membuangnya jauh-jauh sebab kepercayaan yang baru dianutnya. Mereka seperti pegila Instagram yang alergi FaceBook.

Konon di negeri Chu hiduplah pejabat bernama Qi Yuan. Dan malang menimpa negeri Chu sebab negaranya diserang oleh balatentara musuh sampai ambur adul Qi Yuan kelihatannya bersedih namun dia seorang diri tak mungkin akan melawan musuh yang sakti mandraguna sehingga ia menerjunkan diri ke laut, singkatnya bunuh diri.

Tidak dijelaskan bagaimana bunuh dirinya, maklum cerita sudah 5000 tahun, yang baru 30-an saja sudah susah dipilah mana yang bener mana yang distorsi.

Sepeninggal Qi Yuan mati, barulah rakyat seperti sadar bahwa mereka sebetulnya perlu pemimpin yang macam dia, tetapi nasi sudah menjadi bubur. Bahkan yang nasi ketan sudah menjadi Kue Chang.

Malam ini bagi Etnis yang keukeuh akan tradisi ini, mereka  akan mengadakan sembahyangan. Kelar dari Kelenteng,  kue ketan (Chang) dibagikan.

Ini adalah bentuk pernyataan kepatuhan, ketaatan, kebaikan dan kesetiaan.

Apa kue Chang itu, semacam lepat yang disini dikenal sebagai BaCang. Naah baru tahu kan, untung saya ke Pekanbaru, baca koran lokal.

4 Jun 2003

Advertisements

3 thoughts on “Makan Kue Chang

  1. Ada tambahan, sebtulnya kue chang dilempar ke sungai dimana Qi Yuan bunuh diri, Maksudnya, dengan ketan yang lengket, ikan -ikan yang makan kue chang mulutnya melekat sehingga tidak bisa memakan Qi Yuan yg dicintai itu.

    Like

  2. Kue chang tidak ada isinya dan dibungkusnya kecil-kecil. Makannya pakai sirup gula dan rasanya kenyal karena ketannya dicampur air abu. Saya lebih suka ba chang:)
    Sudah lama juga saya suka membaca tulisan-tulisan anda yang menarik sakali. Salam dari Melbourne.

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s