Kue Kranjang vs Dodol Garut/Betawi


Ada perbedaan sedikit antara Jenang/Dodol dengan Kue Kranjang. Yang belakangan disebut ini menggunakan bahan baku gula pasir. Pembuat dodol, cukup puas membuat penganan dengan lantai satu saja.

Tetapi pembuat kue ranjang keturunan Kuil Da Bo Gong, menumpuk kuenya bertingkat-tingkat sampai seperti sebuah kranjang. Penumpukan ini punya maksud agar keluarga mereka makmur gemah ripah lohjinawi sampai 3 keturunan. Sementara orang Betawi, cukup puas “basement” ajah.

Mungkin kalau keluarga Betawi membuat dodol sampai 7 tingkat, mereka bisa kaya selama 7 turunan. Repotnya kalau dodol betawi ditingkat, mereka nempel melebur jadi satu tingkat lagi…

Dalam kehidupan nyata tidak heran seorang Betawi kaya, memiliki tanah berhektar-hektar, justru memiliki anak yang pandainya hanya mengirisi tanah orang tuanya sampai nyaris habis. Sepertinya tidak berusaha membuat dodolnya bertingkat. Sementara kaum peranakan Tionghoa umumnya kalau ayahnya kaya, anaknya menjadi semakin kaya dan seterusnya.

Advertisements

One thought on “Kue Kranjang vs Dodol Garut/Betawi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s