RI Satu Setengah


RI-satu dan RI dua

Istilah RI-1 biasanya dipakai oleh para pengawal pribadi, petugas kepolisian bila merujuk kepada Presiden Republik Indonesia (minus Sipadan dan Ligitan)

RI-2 biasanya dipakai oleh Wakil Presiden, yang saat ini adalah Presiden sebuah partai Politik yang seperti layaknya pimpinan kita, kata-katanya selalu membingungkan lantaran mbelebet, kadang mendukung, kadang tidak mendukung, pokoknya lihat arah angin kemana gitu.

RI- Satu Setengah

Antara RI-1 dan RI-2, ada RI Satu-Setengah, lho kok seperti pesen nasi jamlang pake setengah segala?. Rupanya istilah ini merujuk kepada seorang Taufik Kiemas (60) dalam peluncuran bukunya Tanpa Rakyat Pemimpin Tak Berarti Apa-apa, di Bali tempo hari. Tentunya ini sekadar sindiran atas besarnya pengaruh dalam pembuatan policy sang Presiden yang notabene adalah isterinya.

RI-TIGA?

Tapi ada istilah baru yakni “RI-3″, yang berada diluar jalur birokrasi. Ceritanya seorang tokoh yang didaulat berbicara dalam acara Malam Renungan dan Doa Tasyakur Tahun Baru 2003, sedang dalam perjalanan menuju Bunderan HI Sejak dari Bandara Halim sang pengawal tokoh ini berkali-kali ber-HT Rombongan RI-3 dari Halim siap berangkat” lalu ada respon dari ujung HT lain ‘Siap DAN, delapan enam”.

DAN disini adalah komandan.

Lantaran si tokoh juga anak kolong, tentu saja kode delapan enam artinya adalah “berita dimengerti”, cuma dia bingung juga ketika produk GegerKalong ini disebut-sebut sebagai RI-3, sampai sampai Dai Kondang yang terkenal dengan sebutan “Aa Gym”, berkomentar “Ah, AA asa mimpi. Ieu, nanaonan.? Siga dalam pelem-pelem di teve.” – terjemahannya kira-kira, “serasa mimpi nih, seperti di filem dalam TV”

Malam tahun baru, merupakan ujian bagi Aa, pertama dia sedang menunggu anaknya yang ke tujuh, kedua lantaran suprise dengan sambutan massa sehingga lupa dengan sistematika materi yang disiapkannya, jadilah acara di bunderan HI penuh dengan improvisasi ala Aa Gym, si RI-3 mungil dari GegerKalong.

6 Jan 2003

Komentar
From: Untung Supeno

Lah, celakanya, kalok sang pengawal yg ber HT nggak suka main singkat2-an, RI-1, R1 1 1/2 dll, tapi stil yakin langsung sebut nama, komplit lagi, la malah salah, udah salah, teriak pula, kalok yg ini terjadi di Malang, sewaktu Gus Dur baru saja mendarat. Terdengar keras tegas di HT petugas bandara : Siap Dan, telah mendarat dengan selamat jam 10.12 pas WIB, Presiden Abdulrahman Saleh di Bandara Abdulrahman Wahid. Mohon petunjuk dan pengarahan selanjutnya. Siap, Ganti.

Advertisements