Liong Bulan tidak ke Bulan


Inilah kopi kebanggaan anak cucu Kerajaan Pakuan Bogor. Walikota BOGOR Arya Bima – malahan menikmatinya panas-panas tanpa disruput. Mak Theng!
Aturan main menikmatinya produk yang eksis sejak 1945 ini adalah air yang 100% mendidih dituangkan kedalam gelas berisi bubuk kopi dan jangan diaduk.
Biarkan sampai butiran mengendap, itu baru trade mark cap Liong Bulan.

Sempat dihantam HOAX yang berhembus bahwa mereka tutup, ternyata yang tutup adalah agennya. Pabriknya sendiri masih berkibar.

Tetapi justru HOAX inilah yang menghembuskan bendera Liong Bulan agar berkibar lebih kencang..

Kopi ini tergolong kelompok radikal PLURAL, pabriknya menerima pasokan petani sekitar, tidak menampik Kopi Lampung. Seperti Kenong, Rebab, Gong, Kendang membentuk harmoni indah..

Jadi mau Robusta, Arabika, Afrika, semua masuk dan diterima. Disruput jelas Endaaaah sorendah..

Advertisements

Celeng


Kekuatiran saya terjadi (sok wise), akhirnya celeng turun semak juga. Orang Singapore a.k.a Cina – secara Agama, celeng adalah halal adanya.

Namun secara aturan negara, binatang ini dilindungi, tidak sembarang “nggeragas” dibuat dendeng atau Bak Kut Teh.

Anak dan cucu saya tinggal di Punggol, sebuah kawasan dipinggiran Singapura. Masih banyak hutan dan gerumbulan semak. Apalagi salah satu program pemerintah disini adalah reklamasi pantai yang semula 45 hektar menjadi 120 hektar sekarang (2015). Hasil reklamasi dibiarkan menjadi hutan.

Semula saya berani mengajak mereka sedikit blusukan ke hutan. Namun belakangan kerapun ikut agresif membonceng sepeda – terutama yang bawa tas kresek.

Kakek Mimbar, kalau sedang di Punggol sekarang kerap jalan sendiri keluar masuk hutan dan melihat banyak Babi Hutan atau Celeng. Kalau ketemu dibalik pagar tak rapat, kita mengangkat tustel – mereka akan bersembunyi kedalam semak. Tidak seguru satu ilmu tetapi tidak saling ganggu.

Tapi itu dulu, saat Celeng boleh tenang di hutan jauh dari keramaian. Sekarang pembangunan hunian susun atau hunian lapis, terus dan terus maju pesat mendekati kerajaan mereka. Binatang inipun mulai terpapar – PLN 24jam, Manusia berteriak, suara mesin berat doser, truk, forklift saling bersahut.

Celeng hanya tahu bahwa wilayah kerjanya dari jaman nenek moyangnya ya disitu yangditandai dengan urine atau bau tubuhnya. Manusia mulai mengusik teritorialnya.
Saya mulai melihat tegalan/tebing kalau pagi sudah didongkel-dongkel kawanan ini. Di Tuas, misalnya, pemain golf harus merenges ketika mereka datang, lapangan sudah dedel duwel dibongkar celeng yang mencari cacing tanah.

Hari ini baca berita – hari Selasa 21/11/17 sekitar pukul 19 malam seekor Celeng mulai bingung berada di jalan raya bertemu binatang berkaki karet empat buah, bermata menyilaukan yang geramannya memancarkan hawa panas – dan bisa bersuara ala gajah. Akhirnya celeng menabrak mobil sampai luka, sekalipun tidak sebesar bakpau, dan pengacara celeng tidak perlu bilang “kalau lihat bapak celeng anda akan menangis melihat keadaannya..”

Polisi segera datang – memberikan bantuan.. Celeng sempat ditembak bius, lantas dirawat agar bisa dilepas kehabitatnya, namun sambil menahan luka mahluk ini marah. Dan seperti siaran berita kita “Korban Dilumpuhkan Oleh Timah Panas  ketika mencoba menyerang Petugas yang akan menangkapnya..”

Karena luka tembak pada leher, akhirnya dokter hewan memutuskan untuk mengakhiri penderitaan celeng ini dengan menyuntikkan cairan EUTHANASEA kedalam aliran darah hewan malang ini.
Sisi lain dari sebuah pembangunan yang pesat.

Yang masih ditunggu, adalah berita monyet masuk kedalam rumah.

Sebab saya sudah sering melihatnya mengintip rumah penduduk dari kejauhan. Kera adalah binatang suka belajar, ia juga belajar makan hamburger, hot dog, dim sum.. Semua ada didalam rumah penduduk.
Sejatinya ada perangkat CCTV sekitar TKP yang berfungsi mengawasi pergerakan sang Bagong.. Namun mahluk ini terkadang bisa lolos dari pengawasan.

 

 

Auto Debet


Beli beli di dunia maya aduhai menggoda. Apalagi ada jaminan 30days money back guarantee. Ini murni kebegoan saya. Main klik-iklik-iklik  dan jangan kaget di billing senilai dua bpjs kelas satu harus dibayar setiap bulannya.

Saat mau stop, ternyata melalui email saja kurang cukup. Kudu bicara dengan petugas di luar negeri.. wadaw.
Saat menghubungi penerbit CC, petugas bilang, “Sekalipun Bapak Ganti Nomor Kartu Kredit dengan Angka Yang berbeda, maka tidak ada jaminan proses AutoDebet akan stop…” – mengerikan nggak sih..

Baru semalam bisa melepaskan diri, itupun pakai bahasa menghiba iba.. Sekalipun nyata.  Sebutkan usia renta, nihil kapita, apalagi tidak pernah tinggal di USA…

Ternyata berhasil.

Dengan dunia maya kok coba-coba. Minyak gosok saja tidak boleh coba-coba.

No automatic alt text available.

 

Kalender


Belanja Seribu Rupiah sebulan untuk setahun.

Lelaki setengah usia ini berada diantara para penjual di pasar Grogol, seperti pak Tua yang Tape Ulinya tidak laku, Pak Tua melayani pengisian Korek Gas, Pak Tua yang menjajakan Air Ledeng pikulan, Bu Tua yang setia menjual gado-gado dan wuenak.

Tidak mudah menjajakan kalender.  Calon pembeli punya kiat khusus menolak seperti Tahun baru kan masih sebulan lagi, artinya masih lama.  Ada yang “ngarep” dibagi dari kantor, atau mitra kerja..

Lalu ada yang mencari penanggalan dengan bulan Jawa seperti Ruwah, Mulud, Bakda Mulud. Ketika yang dicari ada, mereka berkilah cari yang ada gambarnya.

Melihatnya ditolak berulang-ulang,  Saya mendekatinya lalu menggamitnya dari belakang. Kalendernya berapaan babang? – ia menjawab harga yang sama seperti beberapa tahun lalu.

Tentunya “ndak mentolo” kalau mau ditawar.

Di rumah, penanggalan “minimalis” ini paling favorit. Hurupnya besar, Zonder Gambar, warnanya cuma biru dan merah. Banyak ruang kosong yang bisa diberi catatan misalnya mbak Nani masuknya hari apa (asisten ini sudah mulai banyak minta libur). Kapan terakhir kuras toren. Pendeknya ia seperti buku harian.
Jaman NOW,  ada Google Calendar, ada Paper Dropbox, Ada Evernote tetapi fungsi kalender orde lama ini masih sakti.  Walaupun tahun sudah lewat kalender lama tetap disimpan, tidak boleh hilang, lha arsip Jhe.

KUBURAN MOBIL


Sempatkan saja anda berjalan melalui sebuah jalan raya di Jakarta Barat. Paling tidak ada 4-5 kendaraan angkutan umum ini yang sudah mangkrak karena alasan seperti mesin rusak. Ada pula yang karena plat nomornya sudah kadaluwarsa nyaris setahun lamanya sehingga akan menjadi bulan-bulanan petugas.

Pemilik Angkot umumnya tinggal di pelosok gang, sehingga tidak mungkin satu-satunya jalan ya membiarkan jalan protokol sebagai kuburan mobil.

 

 

Juru Parkir Cilik


Parkirnya jangan disini pak..Ada Polisi..

Ini hari saya urus KTP putra saya yang akan menikah sebulan lagi. Baru bisa diambil kelar Pilkada.
KtP diambil, dipotret, difotocopy sebelum dikirim. Bocah parkir di halaman toko fotocopy dengan seragam kegedean ini yang mengingatkan untuk tidak parkir dikiri jalan melainkan mepet di kanan menyebelahi taman.